My Pieces on Detik Sports (Indonesian Football)

When I live in Bandung to manage official website of Persib Bandung, I meet Pandit Football and attended their writing class. And after that, they offer me to write football essay for published on Detik Sports.

I enjoy during learn all about football with Pandit. Many essays I produce on there and published on Panditfootball’s page of About The Game Detik Sports.

Now, I try to collect my pieces about football colture on this website. I split it into two parts; Indonesian Football and World Football.

So, there are my pieces:

Ekspresi Sunyi Sang (Mantan) Pangeran Persija
“… takut saya bukan kepada teror suporter. Tetapi lebih kepada saya merasa tidak mampu membohongi diri saya, kalau saya sangat mencintai Persija.” (Bambang Pamungkas)

Kali pertama Bambang Pamungkas membobol gawang Persija jakarta, ia tak menitikkan air mata. Tak ada tangis sesenggukan seperti Gabriel Batistuta kala mencetak gol pertama ke gawang Fiorentina. Tak ada pula emosi teramat dalam yang membuat Fabrizio Miccoli harus diganti pada jeda turun minum ketika ia membobol gawang Lecce, klub yang diakui Miccoli sebagai “cinta sejatinya”.
Read More ->

Belajar Mengelola Pertandingan dari Panpel Arema
Membahas panitia pelaksana (panpel) di sepakbola Indonesia bisa dibilang paradoks. Nama atau komentar dari panpel baru diburu dan disebut-sebut kalau ada kebocoran penonton yang masuk, beredarnya tiket palsu, penonton melebihi kapasitas dan tentu saja kerusuhan. Pokoknya, panpel selalu kena getahnya untuk urusan-urusan negatif.

Tidak heran jika di kalangan panpel ada idiom yang kira-kira berbunyi: “Kalau tidak siap dicaci, ya jangan jadi panpel.”
Read More ->

Sepakbola Indonesia: Aku Selalu Dipermainkan
Kongres Sepakbola Dunia telah berlangsung pada 9 April 2014 kemarin. Di hadapan banyak utusan sepakbola dari berbagai negara, Sepakbola Indonesia merasakan malu, minder, dan tak tahu harus bersikap bagaimana. Wajahnya terpaku pada selembar kertas yang di atasnya ada sebuah pertanyaan yang harus dijawab: “Siapakah Anda?”
Read More ->

Tampil di Piala Dunia U-20 1979, Igauan Kecil dari Tidur Panjang Indonesia
Sehingar-bingar, seriuh rendah, dan semeriah apapun, sepakbola Indonesia akan tetap dalam tidur panjangnya. Tidur lelap dalam buaian mimpi tampil di Piala Dunia.

Apa boleh dikata, event sepakbola terbesar sejagad memang masih menjadi impian Indonesia. Mungkin, Indonesia baru bisa dibilang bangun dari tidur panjangnya jika tampil di Piala Dunia –meski Piala Dunia kelompok umur sekalipun.

Seperti harapan pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, “Kami ingin mewujudkan mimpi Indonesia, tampil pertama kali di Piala Dunia!”
Read More ->

Belajar dari Masa Lalu, Ekspektasi yang Gagal Berbuah Prestasi

Sebagai negara yang menganggap tampil di Piala Dunia adalah sebuah mimpi, Indonesia, terutama Timnas U-19, sekiranya butuh persiapan yang matang dan segar. Tak lain agar mimpi buruk Piala Dunia U-20 1979 Jepang tidak terulang.

Di Jepang kala itu Indonesia hanyalah negara pengganti Irak. Meski FIFA menjabarkan secara rinci kalau Indonesia layak diundang, namun Indonesia belumlah benar-benar siap untuk bangun dan mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia. Ibarat orang bangun tidur, Indonesia dibangunkan mimpi. Belum siap, canggung, dan semuanya serba instan.
Read More ->

And many more.